Bedakan Royalty Fee dengan No Royalty Fee pada Bisnis Kemitraan

Royalty Fee Bisnis Kemitraan

Apa itu royalti fee? Serta apa bedanya dengan non royalty fee? Bagaimana pula perhitungan royalti fee? Simak penjelasannya di artikel berikut.

Bisnis kemitraan sering kali dijumpai di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Surakarta, Bandung, dan kota-kota besar lainnya. Bisnis kemitraan merupakan jenis bisnisyang menawarkan suatu barang atau jasa yang telah maju.

Terkadang di awal kerja sama dengan bisnis kemitraan calon pemilik kemitraan harus melakukan pembayaran terlebih dahulu. Nah, sebelumnya kami membahas tentang royalti fee.

Nah, apa itu royalty fee?

Secara sederhana royalty fee didefinisikan sebagai kontribusi bagi hasil dari pendapatan kemitraan (biasanya dari penjualan) atas penggunaan nama brand yang digunakan dalam menjalankan bisnis. Royalty fee biasanya dibayarkan setiap bulan dan penghitungannya berdasarkan besaran pendapatan kemitraan. Dengan demikian, terlepas kemitraan sedang mengalami untung atau rugi mitra wajib membayar royalty fee sebagai konsekuensi penggunaan nama brand dalam berbisnis.

Meskipun, kemitraan diwajibkan untuk membayar royalty fee  ketika dalam keadaan untung maupun rugi. Maka, pemilik brand wajib membantu mitra untuk meningkatkan pendapatannya.Pemilik, brand wajib memberikan training, konsultasi, bimbingan, saran, serta kiat-kiat sukses agar mitra dapat meningkatkan jumlah pendapatannya.

Apabila pendapatan mnitra meningkat, maka besaran royalty yang diberikan kepada pemilik brand juga akan meningkat karena umumnya royalty dihitung menggunakan presentase terhadap pendapatan kemitraan. Oleh karena itu, sebagai pemilik brand sebaiknya diorietasikan atas suksesnya bisnis kemitraan atau secara sederhananya diartikan pemilik brand sebaiknya lebih berorientasi pada peningkatan pendapatan mitra agar royalty yang dibayarkan oleh franchise juga semakin besar.

Untuk menentukan besarnya royalty fee ada 3 pendekatan yang dapat Anda gunakan:

  1. Market Oriented

Pendekatan market oriented dilakukan dengan membandingkan indeks kemitraan dan royalty fee dari industri sejenis menggunakan data yang dikeluarkan oleh asosiasi atau lembaga tertentu yang berkaitan dengan bisnis kemitraan. Misalnya dengan menggunakan data-data yang berkaitan dengan bisnis kemitraan.

 

 

  1. Customer Oriented

Pendekatan vustomer oriented dengan cara melakukan prediksi kemampuan calon customer di wilayah tertenrtu. Misalnya, untuk regional Jakarta lebih mahal dibandingkan Yogya. Hal ini karena mayoritas daya beli berbeda bukan hanya itu saja, biaya hidup di Jakarta lebih mahal dibandingakn di Yogya.Untuk itu, penerapan royalty fee  berbeda-beda berdasarkan daya beli masyarakatnya.

  1. Cost Oriented

Pendekatan cost oriented dengan cara melakukan penghitungan seluruh biaya yang dibutuhkan oleh pemilik brand. Biaya yang banyak dibutuhkan oleh bisnis kemitraan meliputi biaya pengembangan sistem kemitraan. Promosi paket kemitraan hingga support kepada mitra. Oleh karena itu, perlu adanya kajian royalty fee dengan menggunakan pendekatan cost oriented tersebut.

Biasanya perhitungan royalty fee dengan menggunakan pendekatan ini. Dimulai dengan melakukan studi kelayakan terhadap model bisnisnya. Model bisnis kemitraannya akan dihitung secara menyeluruh investasi yang dibutuhkannya.

Lalu apa bedanya dengan no royalty fee?

Bisnis Kemitraan No Royalty Fee

Jika royalty fee, mitra berkewajiban untuk membayar setiap bulan pada pemilik brand. Maka, terdapat bisnis kemitraan lain yang tidak menerapkan royalty fee. Jadi, segala keuntungannya dimiliki oleh mitra. Pemilik brand tidak perlu, meminta royalty fee setiap bulannya.

Anda, tinggal berjualan saja, keuntungannya dimiliki Anda. Anda tidak perlu repot-repot memikirkan pembayaran royalty fee setiap bulannya. Anda fokus saja berjualannya dan menyusun strategi yang tepat agar penjualan Anda semakin meningkat.

Nah, pasti dibenak Anda menanyakan bisnis kemitraan seperti apa yang no royalty fee. Semua itu, ada di bisnis kemitraan MYGOBACK. Wah MYGOBACK, apa itu?

Jadi bisnis kemitraan MYGOBACK adalah bisnis kemitraan terdiri dari tiga bentuk paket pertama single outlet, booth dan ghost kitchen. Ketiganya ini no royalty fee. Anda, tinggal berjualan saja. Sedangkan, peningkatan mutu jualan juga dikembangkan oleh MYGOBACK, Anda tidak perlu membayarnya.

Ketika bergabung dengan bisnis kemitraan MYGOBACK Anda akan dapat beragam keuntungan antara lain; free royalty fee, free konsultasi selama menjadi mitra, free marketing tools, dibantu dalam strategi promosi, dibantu aktivitasi aplikasi online serta modal terjangkau.

Nah, bagi Anda yang ingin berbisnis kemitraan MYGOBACK dengan paket ghost kitchen Anda akan dapat banyak keuntungan seperti modalnya terjangkau dan cukup memanfaatkan dapur rumah dan peralatannya saja. Tidak perlu, menyiapkan tempat dine in. Karena palayanannya dilayani secara take away. Bagi Anda yang ingin bermitra dengan MYGOBACK dapat dengan mudah menghubungi  +62 822-6568-7777 atas nama Shinta